Jangan Pernah Memilih
Cerita ini dimulai pada saat aku, menjadi pembimbing kegiatan sekolah. Aku bertemu dengan anak bimbinganku. Sebelum nya aku tidak memiliki perasaan apapun.
Awalnya aku memasuki kelasnya hanya sebagai pembimbing untuk mengisi materi pada kegiatan sekoalh itu. Pertama kali aku masuk kelasnya matu memang tidaktertuju padanya. Namun setelah aku keluar dari kelas itu aku memang sempat mengobrol dengan dia. Aku sangat jahil sekali terhadapnya.
Aku tidak menyadari, kalau aku mulai memikirkannya setiap waktu. Aku cari aku facebooknya untuk chating. Dia selalu memberikan respon yang baik terhadap kehadiran ku, apapun yang aku tanyakan padanya dia selalu menjawab dengan senang hati. Seiring berjalannya wktu aku merasakan ad rasa yanganeh terhadapnya, ternyata aku mulai merasakan cinta kepadanya. Satu malam aku bermimpi, mimpi itu sangat aneh, dalam mimpi itu aku sedang berjalan bersamanya disebuah jalan aspal yang panjang padan di pinggir nya dihiasi oleh bunga yang sangat indah.
Hingga pagipun tiba, aku menyadari bahwa aku memang benar benar mencintainya. Beberapa hari kemudian aku mengajaknya untuk nonton dengan maksud sekaligus menyatakan cinta padanya. Tapi siapa yang tahu dia menolak mentah mentah ajakan ku. Disaat ituaku mulai berfikir bahwa sesuatu yang mustahil jika aku bisa memiliki hatinya.
Beberapa hari setelah masuk sekolah,setiap dia bertemu dengan, dia selalu menghindar. lalu dia mengirim pesan singkat padaku menggunakan handpone milik temanku dan dia bertanya "masih galau?" dan aku menjawab "ya...begitulah". Malam harinya dia mengirim pesan singkat menggunakan handphone miliknya, dan dia mengatakan "Aa ih maafin aku, aku udah nolak ajakan aa buat main dengan balasan 'ga', tapi itu karena aku gak suka dipaksa. Sekali lagi maaf" begitu ujarnya, dan aku menjawab "iya gak apa apa aa juga minta maaf". Meskipun kami sudah saling memaafkan tetapi dia tetap memiliki rasa bersalah padaku.
Dalam kisah ini aku membuat kesimpulan, bahwa sesuatu yang tidak mungkin aku bisa memiliki sesuatu yang aku paksakan, contoh saja hatinya yang tidak dapat aku miliki dan aku tidak bisa menjalani hidup dan merasakan hari hari yang indah bersamanya.